ACFE News

Bersama STIE Perbanas Surabaya, ACFE Indonesia-East Java Region Gelar Seminar Perlunya UU Whistleblowe

SURABAYA- Guna mendukung usaha pemerintah dalam pencegahan korupsi, ACFE Indonesia Chapter – East Java Region menyelenggarakan seminar nasional dengan topik “Praktik-praktik dan Perlunya Undang-undang Whistleblower untuk Pencegahan Korupsi” di hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (12/5). Seminar ACFE Indonesia – East Java Region kali ini bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pencegahan Kejahatan Kerah Putih (P3K2P) STIE Perbanas Surabaya yang didukung oleh sponsor utama Bank Mandiri Tbk, sponsor pendukung Pupuk Kaltim, serta media partner Event Surabaya.

Seminar ini mengundang enam narasumber professional yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Tina Amalia dari PT Pertamina Persero Tbk, Nuning Insnanijati dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Dr. Ir. Imam Arifin dari Direktorat Jendral Pajak. Sementara untuk sesi kedua, materi diisi oleh I Nyoman Wara, SE., Ak., CA., CFrA dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Prof. Dr. Nur Barusi Minarno, S.H., M.Hum dari Universitas Airlangga Surabaya, dan Prof. Dr. Romanus Wilopo, Ak., M.Si, CFE dari ACFE. Materi yang disampaikan oleh masing-masing narasamber dimulai dari pemaparan awal whistleblowing system (WBS) yang ada di instansi yang bersangkutan. Adapun materi yang dibahas merupakan langkah awal pembuatan kebijakan pencegahan korupsi, metode pelaporan whistleblower, statistik, hingga evaluasi dari statistik tersebut.

Peserta yang menghadiri seminar ini pun datang dari kalangan akademisi, praktisi, pemerintahan, dan publik. Kegiatan ini nantinya diharapkan dapat digunakan untuk menelaah pentingnya Undang-undang Whistleblower sebagai wujud nyata upaya pencegahan korupsi di Indonesia.